Halaman

Prevalensi Penyakit hepatitis



Prevalensi Penyakit hepatitis 

http://www.depkes.go.id 
Penyakit hepatitis B dan C merupakan masalah kesehatan besar dunia. Lebih dari 2 milyar penduduk dunia terinfeksi virus hepatitis B, dan lebih 360 juta menjadi pengidap kronis dan memiliki risiko sirosis dan kanker hati. Sementara itu, sekitar 130–170 juta merupakan pengidap virus hepatitis C, dengan angka kematian lebih dari 350 ribu per tahun. Walau bukan merupakan penyebab kematian langsung, tetapi penyakit hepatitis menimbulkan masalah pada usia produktif yaitu saat penderita seharusnya sebagai sumber daya pembangunan.


Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH pada pembukaan The 3rd China-Indonesia Joint Symposium on Hepatobiliary Medicine and Surgery di Jakarta, 24 Juni 2010. Acara juga dihadiri Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, Ambassador Extra-Ordinary and Plenipotentiary of RRC, Gubernur DKI Jakarta, Pengurus Besar Gabungan PPHI, PGI dan PEGI serta peserta dari berbagai Negara di Asia Pasifik.



Hasil pemeriksaan biomedis menunjukkan prevalensi HBsAg sebesar 9.7% pada pria dan 9.3% pada wanita, dengan angka tertinggi pada kelompok usia 45-49 tahun sebesar 11.9%. Sementara itu, prevalensi penduduk yang pernah terinfeksi virus hepatitis B ditunjukkan dengan angka Anti-HBc sebesar 34%, dan cenderung meningkat dengan bertambahnya usia. Ini berarti penularan horizontal memegang peran yang penting dalam penyebaran hepatitis B. Untuk hepatitis C, ditunjukkan dengan angka anti-HCV positif sebesar 0.8%, dengan angka tertinggi pada kelompok usia 55-59 tahun – yaitu sebesar 2,12%. Semua data ini merupakan data nasional berbasis populasi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan berbagai upaya kesehatan dan sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut, ujar Menkes.